Home > Dinas Perhubungan > Mewujudkan Program E-Terminal di Terminal bus

Mewujudkan Program E-Terminal di Terminal bus

Terminal Purabaya

Terminal Purabaya

Program E-Terminal

Program E-terminal adalah sebuah Program jangka panjang penerapan Komputerisasi atau penggunaan sistem IT dalam pengelolaan Terminal. Termasuk didalamnya sistem administrasi ekonomi terminal dari mulai penarikan, pengelolaan sampai dengan pelaporan(Reporting System). Selain di administrasi ekonomi juga di terapkan di bidang Sistem Manajemen Bus(pengelolaan tata terminal) misal pemeriksaan trayek, ataupun STUK (Surat Tanda Uji Kendaraan) sehingga semua kendaraan yang masuk ke terminal di ketahui data-datanya. Selain 2 bidang diatas(pendapatan dan Tata terminal) bidang Keamanan dan ketertiban juga bisa menerapkan sistem ini dengan mengelola daftar semua pencari penumpang, menginventarisasi semua pelanggaran atau tindak kejahatan yang terjadi. Yang terakhir adalah Bidang tata Usaha disini semua aktifitas penerbitan ijin (ijin bongkar muat, ijin kegiatan, ijin sewa kios) semua dapat digunakan satu sistem terpusat sehingga penggeloaan nya dapat terorganisir secara baik. selain ijin-ijin administrasi kepeggawaian pengelolaan tagihan listrik serta administrasi distribusi karcis parkir memerlukan sistem yang terpusat. sehingga pengelolaaannya dapat akuntable dan dapat di pertanggung jawabkan. karena semua jelas terlihat dalam sistem.

Kebutuhan akan sistem E-terminal akan sangat membantu para karyawan dalam mengelola administrasi serta manajemen terminal. serta mendukung gerakan go green dan paperless (mengurangi penggunaan tinta,printer-listrik,serta kertas), yang lebih penting dari itu adalah mendukung mengurangi kebocoran PAD(Pendapatan Asli Daerah) serta pengumpulan data primer dari sebuah terminal (sehingga dari data primer tersebut kedepan dapat digunakan dasar penentuan kebijakan yang lebih baik)

Selama ini administrasi kepegawaian di terminal belum memiliki database kepegawaian yang terpusat. sehingga akan memudahkan pemetaaan terhadap manejemen yang berkelanjutan. penerapan sistem ini akan membantu Kepala Kepegawaian dalam memanajemen Pegawainya.

Langkah Pertama Pewujudan E-terminal

Mungkin kalau kita membaca sub judul diatas maka kita akan bertanya apa langkah kecil maupun besarnya untuk menerapkan itu?? jawabannya adalah NIAT BAIK. ya..niat baik untuk membangun ‘bersama’ terminal untuk menjadi terminal yang bisa di pandang sebagai sebuah terminal modern yang bersih (bersih dalam arti konotasi dan denotasi). Selama ini kebanyakan orang masih melihat Terminal Bus sebagai tempatnya para preman, para calo,kotor,bau pesing,jauh dari kesan modern, maka dari itu kita harus mengubah paradigma tersebut dengan menciptakan suatu langkah konkrit reformasi ke yang lebih baik.

Apa langkah Kedua??

langkah berikutnya adalah menyusun sistem awal sampai terbentuk SOP (Standart Operasional Prosedur) untuk tiap item. merujuk ke sistem yang besar maka Master Plan pembangunan baik di sisi pembinaan Human resource (manusia) sampai pembangunan Sistem IT termasuk real server yang mendukung Scalabilitity,capability,reliability serta performance yang baik dan mampu melayani multi client secara baik juga. hal ini penting karena sistem hardware dan software yang baik akan menentukan bagaimana user dilapangan merasa dimudahkan tanpa diganggu adanya error yang berarti sehingga mereka merasa sistem ini membantu mereka bukan malah membebani mereka.

Tentu pembangunan sistem E-terminal tidak membutuhkan biaya yang sedikit, sehingga diharapkan semua pihak baik Pemerintah pusat maupun daerah dapat membantu terwujudnya Sistem E-terminal.

Apa cita-cita selanjutnya setelah Program E-terminal berhasil??

Tentunya dengan berhasilnya Program E-teminal akan mewujudkan sistem yang terintegrasi. kedepan Terminal Bus akan sepadan dengan Bandara jika dilihat dari segi ke-modernnya maupun segi teknologi pelayanan(misal pemesanan tiket Online,papan informasi kedatangan dan keberangkatan Bus), juga Point penting nya adalah memajukan Mass transport atau Public Transport yang mendukung yang bisa menyentuh semua lapisan masyarakat. sehingga masyarakat bisa lebih memilih menggunakan Angkutan umum dibanding menggunakan kendaraan pribadi. seperti yang kita ketahui masalah macet adalah semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. kita tidak bisa selalu menambah jumlah jalan(flyover,jalan tol dll) yang kita harus lakukan adalah mengubah paradigma masyarakat tentang “angkutan Umum” yang jorok,jelek gak menarik, penuh jambret,copet dll. penanggulangan hal tersebut bisa dilakukan dengan tentu saja peremajaan kendaraan yang sudah lapuk dimakan usia serta kerjasama sinergis antara pengelola transportasi beserta hukum penegak hukum untuk menciptakan suasana aman di Kendaraan umum.

Dengan begitu tiap tahun kita tidak usah membangun jalan baru sebagai pelarian dari masalah Macet. konsep E-terminal sebagai prototype mewujudkan The Next Transportation System yang akan membuat masyarakat semakin mendapat kenyamanan bertransportasi. semoga….

Categories: Dinas Perhubungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.