linux disekitar kita…
Kita tahu bahwa aplikasi-aplikasi opensource sekarang ini semakin marak. Tapi menurutku itu terjadi bukan karena kesadaran masyarakat atas berharganya sebuah license, tapi lebih dititikberatkan pada semakin maraknya penertiban oleh pihak polisi & Microsoft tentunya( yaiyalah yang
punya merk gitu lho..). Tapi terlebih dari itu semua, perlahan dengan diberlakukannya ini diharapkan masyarakat lebih menghargai sebuah license. Operasi ini tentunya akan meresahkan bagi para pengguna Windows non license mereka harus membayar sejumlah rupiah yang bertitel denda atas pelanggaran license tersebut. Untuk itu para pengguna tersebut lebih memilih beralih ke dunia opensource seperti menggunakan sistem operasi Linux, aplikasi OpenOffice pada PC mereka.
Kemarin saya sempat jalan-jalan ke Dinkes Mojokerto untuk sedikit benahi system operasi disana. Ternyata disana menggunakan OS LINUX berdistro Mandriva (meski tidak semua komputer di sana), yang saya tahu dari pegawai disana ternyata komputer berOS linux tersebut datangnya dari pemerintah yang berisi sebuah aplikasi keuangan yang berbasis java. saya sempat berfikir pemerintah akhirnya mendukung dunia opensource he.., pada kesempatan kedua saya sempat jalan2 juga ke sebuah toko swalayan yang mungkin cukup besar di Surakarta bernama “LUWES” ternyata sistem billing untuk kasir sudah menggunakan linux dengan integrasi sensor infamerah tentunya untuk penandaan bar-code barang, saya kembali berfikir ahh..akhirnya linux
semakin melebarkan sayapnya. Untuk kesempatan ketiga pada suatu waktu saya ke warnet ehh.. malah semua PC berbasis pada LINUX ubuntu dengan tambahan sedikit aplikasi magic grafisnya (compiz kale..)membuat semakin manis tampilannya. Dari pengalaman-pengalaman itu tentunya membuat kami berfikir bahwa anggapan bahwa linux itu ribet tidak lagi berlaku dimsyarakat.
Saya sendiri baru mengenal linux pada waktu SMA. Waktu itu ada undangan dari klo gak salah dari sebuah lembaga Linux gitu mau mengadakan sebuah workshop tentang opensource dan LINUX. Dan yang menjadi wakil sekolah kami kebetulan saya dan 1 teman saya yang berdasarkan pemilihan guru komputer saya di SMA Kami berdua kebetulan mempunyai nilai tertinggi dalam pelajaran komputer hehehe..sombong dikit ya. dalam workshop itu banyak dijelaskan keunggulankeunggulan LINUX, dasar jaringan dan yang menarik waktu itu adalah remote komputer hehe..kayak hacker2 di TV. Meski saya gak begitu mengerti dengan apa yang mereka jelaskan,wong niat saya dulu kan dapat akomodasi sekolah heheh. tapi setelah saya masuk kuliah di PENS ITS saya bergelut lagi dengan linux di pejaran KOMUNIKASI DATA & JARINGAN KOMPUTER dengan dosen saya PAK DHOTO (terima kasih pak…). di kampus kami menggunakan distro DEBIAN (kayak namaku aja..heheh..) sehingga mungkin karena mirror debian ada dikampus kami (http://kebo.vlsm.org). Pada waktu itu Pak Dhoto memberi tugasmengadakan
semacam worksop di sebuah SMA/K di surabaya. waktu itu kami mengadakan worksop itu ke SMAKN 5 SURABAYA. memang disana jurusan dah banyak mengenal komputer tapi kayaknya soal LINUX lom begitu. Waktu itu kami mnggunakan distro knoppix yang masih anak keturunan dari debian dan juga bisa live CD sehingga tidak terlalu mengotak-atik sistem di komputer lab
mereka.
Mungkin yang dapat saya simpul kan dari semua uraian diatas adalah linux tidak seribet yang terkenal dimasyarakat, belajar linux harus berani mencoba dan harus banyak membaca referensi ttg linux(klo mahasiswa emang harus dipaksa hehehe..),share lah ilmu yang anda miliki meski hanya sedikit karena itu mungkin sangat berguna bagi orang yang lain. Sekian sekelumit pengalaman saya bermain dengan linux. kritik dan saran kami tunggu di
a12ix@yahoo.com
terima kasih
sat 6 sept 2008 12:34,at home
Debi Aridiawan
Recent Comments